18 September 2009

Mencari bendeng di pasar bandeng tradisional Nggersik





Dua hari menjelang hari raya Idul Fitri 1430H sudah menjadi tradisi wong Nggersik untuk mencari bandeng di pasar bandeng tradisional tahunan ini. Begitu juga dengan keluargaku, bersama-sama kami pergi untuk membeli satu atau dua ekor ikan bandeng. Pasar bandeng ini menempati jalan Setiabudi (pasar Gresik) sampai ke arah timur hingga Alun alun kota tsb.
Suasana yang kulihat pada malam itu justru banyak diramaikan oleh para penjual makanan, permainan anak anak, pakaian dll. Sedangkan penjual ikan bandengnya sendiri jumlahnya lebih sedikit dari penjual lainnya. Suasananya sangat padat dan ramai sekali, untuk berjalan kaki saja susah belum lagi pengunjung yang saling berdesak desakan yang membuat kerja pencopet menjadi lebih mudah dan lancar.

Nantinya ikan bandeng yang telah kubeli tsb. akan diolah sedemikian rupa pada malam takbirannya besoknya setelah sholat Ied sudah menjadi menu santapan keluarga sambil bersilaturahmi bermaaf-maafaan. Menunya saya serahkan kepada "wong wedok" terserah mau dibuat keropok, atau di kelo kuning ataupun dibuat jadi otak otak bandeng, yang penting aku tinggal makan saja he..he..^^@^^

Renungan mengakhiri Ramadhan...



Hari ini adalah hari terakhir atau kedua terakhir bulan Ramadhan.
Dengan berakhirnya Ramadhan, berarti berakhir pula bulan penuh berkah yang memberikan banyak rahmat dan ampunan kepada kita kaum muslim.

Karena iming-iming tersebut, tentunya kita akan rajin beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. Mungkin bulan ini kita tidak pernah lalai dalam shalat, rajin tausyiah, rajin tarawih, mungkin juga memperbanyak shalat sunah, shalat lail.

Namun apakah setelah Ramadhan ini berakhir, apa ibadah-ibadah kita itu juga berakhir?

Selama bulan Ramadhan kita diintensifkan kembali untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Tentunya meningkatkan iman dan taqwa tidak hanya untuk bulan itu, tapi seterusnya.

Maka dari itu, parameter kesuksesan Ramadhan ini jangan hanya dilihat dari apa yang telah dilakukan selama bulan ini.

Tapi lihat juga perubahan yang terjadi setelah Ramadhan.

Apa kita menjadi orang yang lebih beriman? Yang rajin beribadah, yang mengamalkan ajaran-Nya, berbuat yang baik dan benar..ataukah kita hanya berjalan ditempat, semoga saja justru tidak berjalan mundur kembali ke posisi kita sebelum Ramadhan.

Kalau proses peningkatan iman yang telah berlangsung selama Ramadhan akan hangus setelah lebaran, menurut saya itu berarti menghancurkan proses (peningkatan iman) yang telah dilakukan selama bulan itu. Proses itu mahal harganya. Melakukan itu sulit adanya.

Kita telah dibimbing menuju jalan yang lebih baik, hal yang perlu kita lakukan adalah meneruskannya.

Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT
dan semoga cahaya Ramadhan tetap di qalbu kita juga disertai rahmat dan karunia-Nya. Amin...

15 September 2009

Met Mudik Lebaran...!

04 September 2009

Ba'dal Jum'atan di Masjid Jami' Gresik




Pemandangan sesi Jum'at di Masjid Jami' Gresik tepatnya yang berada di pelataran alun alun sebelah barat banyak pedagang yang menggelar dagangannya dan mulai menjajakan kepada para jamaah yang barus saja menunaikan sholat Jum'at. Banyak juga jamaah yang berhenti untuk melihat lihat apa yang ditawarkan oleh para pedagang tsb. Mulai dari buku, songkok, tasbih bahkan ada juga penjual obat yang suaranya terdengar cukup lantang dari kejauhan.
Pemandangan sesi seperti ini dahulu juga ada di parkiran Masjid Petro, tetapi saat ini sudah dilarang rupanya sehingga tidak ada lagi tampak pedagang yang berjualan disana.

01 September 2009

Kobongan dari Rembesan Sumur Tua



Kutipan : Jawapos edisi Senin, 31/08/09
Minyak mentah (lantung) rembesan dari sumur tua peninggalan Belanda yang tumpah di sebuah kali di Dusun Kebondalem, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, kemarin (30/8) pukul 11.30, terbakar. Asap hitam pekat mengepul ke udara.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran kali pertama di bulan Ramadan tersebut. Kebakaran itu membuat panik masyarakat setempat. Kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Berdasar informasi, peristiwa itu bermula dari terbakarnya ilalang yang meranggas di dekat Makam Krampung desa setempat.
Ilalang tersebut diduga terbakar karena ada puntung rokok di areal semak yang tidak terawat. Tumbuhan yang sudah mengering karena terik matahari musim kemarau langsung terbakar. Api kemudian merambat ke kali tempat minyak mentah (lantung) tumpah. Minyak berwarna hitam dan pekat itu kemudian ikut terbakar.
Asap hitam menyembul ke udara. Empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah 45 menit, api berhasil dipadamkan. Minyak mentah tersebut berasal dari empat sumur peninggalan Belanda.
Kapolres Gresik AKBP Mohammad Iqbal memimpin langsung anggotanya dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sekarkurung Gresik's Fan Box

Sekarkurung Gresik © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute