Tinggi bangunan apartemen ini rencananya kelak akan sebanyak 26 lantai dan namanya adalah The Grand Sahala Rresidence (apartment-business center-regency).
Mencoba bertanya dengan warga sekitar tentang hal ini, tetapi ternyata tidak jauh beda dengan apa yang saya rasakan. Mosok sih...? nang sebelah endi..? justru mereka akan balik bertanya dan itu yang saya dapatkan ketika mencoba mencari informasi lebih lanjut kepada warga desa.
Mengingat lokasinya yang berbatasan langsung dengan kompleks makam Sunan Giri yakni desa Klangonan dan Sekarkurung. Tanda tanya besar dalam benak ini, akankah kelak warga akan merespons positif dengan rencana pembangunan proyek ini ? Sudahkan sebelumnya dilakukan sosialisasi terhadap warga sekitar yang karakter kesehariannya bernuansa religius ? Akankan masyarakat nantinya akan menerima tinggi bangunan apartemen tersebut yang nantinya akan melampaui tinggi kompleks makan Sunan Giri..?
7 komentar:
Mudah2an dari sisi manfaatnya lebih dibanding mudharatnya ...
Mas Tobat...harapan kita sama selama untuk kemajuan desa kita Sekarkurung tercinta dan hal-hal yg.sensitif bisa diselesaikan dengan bijak.
Mudah mudahan Mr.Zag...semoga dilancarkan dlm. segala urusannya...!
emang sudah pembebasan lahan ya mas? koq kanyaknya meragukan.. respon warga rata2 gmn mas? mendukung ato negatif?
Sejauh ini warga masih menunggu sosialisasi lebih lanjut tentang konsep kawasan apartemen tsb, melalui pihak Desa. Tetapi realita karakter warga Sekarkurung saya yakin akan tetap mengedepankan "win win solutions" ....
Wis dadi ta saiki ? Aku malah ket krungu
Wis dadi ta saiki ? Aku malah ket krungu
Posting Komentar