15 Juni 2009

Lomba Cipta Kampung Aman




Tak kurang dari 5 desa di Kecamatan Kebomas Gresik, ikut dalam lomba Cipta Kampung Aman (CKA). kelima desa tersebut adalah Kembangan, Tenggulunan, Sukorejo, Gulomantung dan terakhir tentunya desaku Sekarkurung. Lomba ini adalah gagasan dari Kapolres Gresik AKBP M. Iqbal.
Pada tahap awal, wakil masing-masing peserta memaparkan metode dan sistem pengamanan desanya di hadapan dewan juri. Para juri tersebut terdiri dari Kapolsek Kebomas Gresik, Danramil Kebomas, dan dari Camat Kebomas.
Ada empat parameter penilaian. Yakni, bina mitra meliputi kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam menjaga keamanan kampung. Unsur lalu lintas, antara lain tentang kesadaran masyarakat dalam mentaati rambu-rambu lalin. Ketiga fungsi intelkam. Misalnya, kepekaan masyarakat terhadap situasi lingkungan dengan melapor ke polisi. Terakhir reskrim (reserse kriminal).
Desa Sekarkurung tak kalah hebohnya, dengan membawa suporter pasukan berkuda, he..he.. pinjam dari para komunitas dokar wisata Sunan Giri. Dan setelah pemaparan sistem keamanan dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan untuk memastikan semua yang telah dipaparkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

01 Mei 2009

Sawah di tengah kota ini......

Ditengah bising mesin pabrik dan sibuknya aktifitas industri kota ini ternyata masih ada pemandangan yang menurutku cukup langka, yakni sawah dengan hamparan padi diatasnya. Walaupun tidak dalam ukuran hektar, mungkin hanya meter persegi dan juga tidak kelihatan ada pak tani disana, tetapi cukup rasanya memberikan warna hijau bagi kota industri ini.

Ya..Gresik kota industri tentunya bagi masyarakat di luar kota ini akan membayangkan banyak cerobong asap pabrik, udara kotor akibat polusi industri, padatnya lalu lintas arus muat barang, banyak buruh pabrik berseragam di ruas ruas jalan kota.
Suatu hal yang wajar kalau mereka yang belum pernah ke kota ini punya image seperti tersebut, karena memang di kota ini banyak industri dengan skala besar seperti semen , pupuk, PLTU dan industri lainnya yang tersebar di wilayah kota ini.

Memang hanya tinggal menunggu waktu saja keberadaan sawah tersebut, karena dinamika kota ini yang kelak akan membuatnya hanya tinggal cerita...pengantar lelap ananda...

10 Maret 2009

Cukup lima menit .....

Akhirnya harus berhubungan juga dengan tukang kunci satu ini yang biasa mojok di pinggir Jl.Usman Sadar Gresik , dimana saat itu harus mengejar waktu maghrib harus sudah dirumah.Dengan hanya menggunakan sebuah senter, kikir dan main perasaan si tukang mulai mengerjakan duplikat kunci...srek.. esrek...esrek...kemudian coba dimasukkan sekali dua kali biar tahu pas tidaknya...

Selesai sudah masalahku yang kehilangan kunci motor saat jelang maghrib kala itu. Hemhh..cepat sekali ya..mas cukup lima menit dan selembar Rp.10.000, padalah waktu yang kuhabiskan untuk mencari si kunci yang hilang mungkin +/- 30 menit tapi sudahlah aku harus segera sampai di rumah....

Sosialisasi Ekplorasi Lengowangi 2 oleh JOB P-PEJ (Jilid 2)


Dilaksanakan dan difasilitasi oleh kantor kecamatan Kebomas pada Jum'at, 6/3 sosialisasi sumur ekplorasi lengowangi 2 oleh JOB P-PEJ jilid 2 dihadiri oleh perangkat desa sekecamatan Kebomas. Pihak JOB P-PEJ mengawali dengan menyampaikan kronologis kejadian terjadinya semburan lumpur pada saat pengeboran di kedalaman 1850 feet dari 4500 feet yang direncanakan di akhir tahun 2008 kemarin. Dan dalam waktu 5 hari sudah bisa dikendalikan dengan ditutup semen cor dengan ketebalan 10 mtr, sehingga diharapkan warga sekitar tidak perlu kuatir. Karena pihak JOB P-PEJ akan melanjutkan kegiatan uji kandungan materi dilaksanakanlah sosilasisi jilid 2 ini.
Adalah pasal 33 UUD 1945 ayat 3 "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat".
yang dijadikan dasar oleh BP Migas untuk menunjuk pihak JOB P-PEJ sebagai pelaksana ekplorasi sumur lengowangi 2 ini.
Diuraikan juga secara umum prosentase pembagian hasil dari pendapatan sumur ini setelah melalui mekanisme yang telah diatur oleh Menkeu RI, dimana disebutkan bahwa kabupaten penghasil mendapatkan 6%.
Pada saat sesi diskusi/tanya jawab banyak yang menekankan kembali masalah jaminan atas kesediaan bertanggung jawab pihak JOB P-PEJ mengacu pada kondisi korban lumpur Porong yang sampai saat ini masih banyak ketidak kejelasan penyelesaiannya.
Dan mayoritas dari perangkat desa sekecamatan Kebomas yang hadir mengklaim kalau lokasi desanya adalah masuk daerah (ring) terdampak, sehingga juga menuntut kompensasi kepada pihak JOB P-PEJ.
Dari desa Sekarkurung dan Klangonan sebagai desa dimana sumur berada lebih banyak menuntut langkah kongkret pada JOB P-PEJ atas permasalahan yang saat ini terjadi di desanya seperti jalan yang rusak akibat longsoran, masalah tenaga kerja dan masalah Community Development (CD) serta mengajak untuk melaksanakan istighosah bersama sebelum pelaksanaan pekerjaan berikutnya dimulai, dan juga merupakan ritual wong nggersik, wong pegiren sekitarnya khususnya.

04 Maret 2009

Kenapa bisa jadi seperti ini....?


Masya Allah kenapa bisa jadi seperti ini, terluncur pertanyaan dari mulut anak anak desa ini ketika menyaksikan kondisi alam desanya yang tidak terjamah selama ini. Karena anak anak desa ini sudah terlanjur dapat warisan seperti ini dari para pendahulunya.
Akhirnya persoalan yang sebenarnya bagaimana sih kita dahulunya memperlakukan alam desa ini dalam kaitannya dengan warisan bagi anak cucu di desa ini. Dengan kata lain, pertanyaannya adalah apa yang telah kita lakukan pada alam ini? Apakah kita telah bersikap ramah terhadap alam ini?
Sebab, keramahan kita dalam memperlakukan alam lebih lanjut akan berdampak pada keramahan alam itu sendiri kepada kita nantinya, keduanya menciptakan hubungan timbal balik.

Oleh karena itu, jawaban atas pertanyaan itu adalah bagaimana kita bersama berpikir bijak dan menjalin hubungan harmonis dengan alam desa kita, bukan bagaimana alam menjalin hubungan dengan kita.

Bertolak dari fakta ini, dapat disimpulkan bahwa kita sebagai manusia dan alam pada dasarnya merupakan satu kesatuan. Keduanya bukan merupakan dua entitas yang terpisah.

Dengan paradigma seperti ini, maka kita akan menghargai alam desa ini sama dan setara dengan penghargaan kita terhadap diri sendiri. Sehingga kondisi itu akan mempengaruhi kita dalam menggunakan teknologi sebagai sarana untuk menghargai alam, bukan hanya sebagai sarana eksploitasi sumber daya alam semata.
Teknologi yang kita gunakan nantinya adalah teknologi yang bersifat ramah lingkungan sebagai perwujudan dari usaha untuk menghargai alam itu sendiri.
mmmhhh....butuh kepedulian memang dari kita semua sebagai warga desa tercinta.

16 Februari 2009

Polusi asap industri (up date)

Kondisi polusi asap seperti inilah yang sangat mengganggu warga desaku sekitar pabrik baja saat sore hari menjelang petang.
Bersama sama perangkat desa Sekarkurung yaitu Lurah H.Subkhan, Ketua RW.02, Ketua RW.03 dan Anggota BPD serta juga perangkat desa Kedanyang yaitu Lurah Almuah dan Ketua BPDnya (Sabtu, 14/02/09) dengan dipandu pimpinan perusahaan meninjau langsung ke pabrik baja tsb, untuk memastikan langkah langkah kongkret yang telah dilakukan sebagai bagian dari komitmen tertulis untuk mengurangi polusi asap pabrik pada bulan September 2008 lalu didepan Forum Warga Terdampak Polusi (FWTP).

Instalasi yang saat ini sedang pada proses penyelesaian yang dijanjikan pihak pabrik baja tsb. untuk menghasilkan emisi yang tidak mengganggu warga sekitar pabrik.
Dan harapan warga sekitar pabrik setelah adanya upaya perbaikan ini adalah tinggal menunggu komitmen pihak manajemen pabrik baja untuk mengelola aktifitas produksinya lebih bijak lagi dan sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan sekitarnya. Bilamana hal ini diabaikan tentunya desakan terhadap ketidak sediaan warga akan keberadaan pabrik ini akan sulit dibendung lagi.

09 Februari 2009

Melaku melaku nang alun alun...


Saat udara kota ini sedang cerah tentunya tempat yang satu ini adalah tujuan utama masyarakat kota ini, apalagi saat akhir pekan hari Sabtu dan Minggu. Keterbatasan tempat rekreasi keluarga yang murah, terjangkau dan instan membuat masyarakat kota ini tumplek blek di alun alun kota. Dikatakan murah bisa jadi hanya dengan bermodalkan uang Rp.20.000 sudah bisa menyenangkan anak anak kita, itupun sudah termasuk jajanannya kalo memang si anak nggak terlalu rewel minta tambah permainannya.
Kalo pas musim hujan seperti sekarang ini ada baiknya tidak keluar rumah daripada kita dan keluarga malah kena flu, batuk, masuk angin dkk.