Santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa di bulan Ramadhan 1433H
14 tahun yang lalu


Mengisi liburan bersama keluarga dengan melakukan perjalanan tidak jauh jauh ke luar kota tetapi hanya dalam radius antar kecamatan di Gresik ternyata cukup memberikan warna yang berbeda. Terasa sekali perbedaan nuansanya, biasanya dalam keseharian saya selalu bergelut dengan hingar bingar aktifitas pabrik kemudian disuguhi nuansa pedesaan khas pesisir pantai utara pulau Jawa. Desa Jono berada di kecamatan Cerme Gresik tepatnya dari arah Gresik terus ke selatan dan +/- 3 km ketika hendak menuju kecamatan Cerme berbelok ke kiri dengan kondisi jalan berpaving dan sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan tambak udang vanami ataupun bandeng. Sepertinya untuk orang awam seperti saya akan sulit membedakan mana tambak udang vanami dan mana yang bandeng. Bagi saya tambaknya semua terlihat sama saja. Setelah melalui dusun Tugu dan Pandu jika terus ke selatan sampailah di sebuah desa yang bernama Jono. Mayoritas dari penduduk di desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan petambak.
Berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 1978, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik telah menetapkan bahwa Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Gresik merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk mengelola air bersih guna memenuhi kebutuhan bagi masyarakat, baik untuk kepentingan domestik maupun non domestik dengan mengemban 2 (dua) fungsi utama, yaitu :
Berikutnya memenuhi "standart kontinuitas", mungkin hanya bisa menggelengkan kepala saja kebanyakan warga kota ini jika ditanyakan kelancaran air dirumahnya masing masing. Sangat sering kita dengar kecaman pedas kepada dinas ini dari warga yang kesal karena harus "nggledek banyu " selama berhari hari karena air dirumahnya mati tanpa alasan yang jelas tentang kenapa dan sampai berapa lama air dirumahnya akan mati. Dan sudah bukan pemandangan yang asing di kota ini kita melihat "gledekan banyu" every where.
Setiap malam tanggal 30 September di stasiun TV satu satunya kala itu yakni TVRI (era tahun 80 s/d 90-an) kita selalu disuguhi tontonan film dokumenter yang berjudul Penumpasan Penghianatan G30S PKI. Film yang berdurasi hampir 3 jam ini menceritakan tentang kekejaman PKI dalam pembunuhan sejumlah jendral dan perwira TNI AD. Sampai sekarang film ini masih menyisakan kontroversi yang belum bisa terjawab dengan tuntas, terutama tentang keterlibatan Jendral Soeharto dalam penumpasan PKI yang berujung dengan terbitnya Supersemar, dan semakin mengundang tanya tanya besar lagi dalam diri masyarakat dengan dihentikannya penayangan film wajib ini.